A.
STRSTEGI DAKWAH ROSUL
Dalam catatan para sejarawan,
disepakati fase dakwah rasulullah secara global ada dua tahapan, dakwah
sirriyah dandakwah jahriyyah. Dakwah sirriyah dijalaninya selama kurang lebih 3 tahun di awal masa kenabian, sementara dakwah jahriyyah diawali setelah Allah memerintahkan beliau dengan turunnya surat Al-Hijr ayat ; 92. Yaitu
a). Dakwah dengan cara rekruitment ( ad-da’wah ‘alal isthifa’ ).
Dari sekian banyak masyarakat quraisy, yang dibidik pertama rasulullah pada masa ini meliputi ; dari kalangan wanita istrinya sendiri Khadijah, dari kalangan remaja Ali bin Abi Thalib, dan dari kalangan pemuka dan tokoh masyarakat adalah Abu Bakar As-shidiq. Ketiga tokoh ini , memang menjdi titik strategis dalam menentukan perjalanan dakwah rasulullah berikutnya, terutama peran Khadijah yang mendukung total dakwah beliau dengan pertaruhan total seluruh harta dan jiwanya, dan peran Abu Bakar yang mampu melebarkan dakwah ke kalangan para elit quraisy. Menurut keterangan seorang sejarawan yang bernama Ibnu Ishak, masuk Islamnya Abu Bakar ( Ibnu Qohafah ) tak lama kemudian berhasil digandeng pemuka-pemuka quraisy ke dalam barisan dakwah rasulullah, antara lain ; Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam , Saad bin Abi Waqas dan Thalhah bin Ubaidillah. Keenam sahabat inilah yang memiliki peran penting dalam membentuk generasi assabiquunal awwalun ( generasi pertama Islam ).
b), Dakwah dengan memberdayakan kaum wanita.
Peran wanita di masa awal dakwah terus diberdayakan oleh rasulullah, karena kaum wanita sesungguhnya memiliki kekuatan dahsyat, bila ini diperdayakan untuk gerakan dakawah akan menghasilkan hasil yang sangat pesat. Pada konteks ini, yang menjadi titik sentral adalah peran Khadijah yang berhasil mendidik putri-putri Rasulullah , mendukung dakwah beliau. Peran kedua dijalankan oleh Asma binti Abu Bakar , yang menjadi pahlawan pada perjalanan hijrah beliau ke Madinah. Dari kedua wanita iilah secara bertahap wanita-wanita terkemuka quraisy , masuk Islam diantaranya bibi Rasulullah dari jalur bapaknya.
c), Dakwah difokuskan pada pembinaan aqidah.
Pembinaan aqidah pada masa awal risalah difokuskan di rumah salah seorang sahabat yang bernama Arqom bin Abil Arqom, di pinggiran kota Makkah. Inilah tempat pendadaran dan penggemblengan sejumlah sahabat utama rasulullah. Di rumah ini pulalah Umar bin Khattab diislamkan Rasulullah. Di rumah ini pullalah sahabat Mus’ab bin Umair dididik rasulullah, yang nantinya sahabat ini dipercaya rasullah membuka dakwah di kota Yastrib. Yaitu:
a). Dakwah kepada kerabat ( da’watul aqrobin ).
Media pertemuan-pertemuan keluarga dijadikan sarana rasulullah untuk mengajak kaum kerabatnya yang tergolong kelas pemimpin di mata masyarakat quraisy. Pada masa ini , berhasil direkrut dua paman rasulullah yang menjadi pembela dakwah beliau , pertama Abu Thalib , meski belum mau menerima ajaran Islam , namun inilah palang pintu utama rasulullah dalam menghadapi intimidasi kaum quraisy. Kedua , Hamzah bin Abdul Mutholib, selain telah menerima ajaran Islam , beliau inilah yang menjadi palang pintu kedua rasulullah dalam menghadapi intimidasi dari Abu Jahl dan Abu Lahab. Ketokohan Hamzah bin Abdul Mutholib dari sisi keparajuritan di mata masyarakat quraisy, jelas memperkuat posisi dakwah rasul di Makkah saat itu.
b). Dakwah dengan menggunakan media umum ( dakwah ‘ammah ).
Media –media umum yang bisa dipergunakan untuk dakwah tak luput dari perhatian rasulullah dalam menegakkan dakwah risalah. Pada masa ini yang perlu digaris bawahi adalah dipergunakannya momentum haji oleh rasulullah untuk dakwah, hingga berhasil bergabung dalam barisan dakwah beliau 12 orang dari suku Aus dan Khazroj dari Madinah pada musim haji. Pada musim haji berikutnya , 12 orang ini membawa 70 orang dari Madinah yang bersedia masuk Islam dan setia membela rasul dalam perjuangan dakwahnya. Peristiwa inilah yang dikenal dalam sejarah dengan sebutan Ba’aitul aqobah pertama dan Ba’aitul aqobah kedua.
c). Dakwah dengan tulisan ( surat )
Rasulullah tidak meninggalkan peran dunia tulis menulis dalam dakwahnya, meskipun beliau ditakdirkan sebagai seorarng yang buta huruf, lewat parea sahabatnya beliau menggunakan tulisan untuk menjangkau sasaran dakwah yang sangat jauh. Seperti beliau mengirim surat kepada para raja, untuk diajak beriman kepada Allah. Diantaranya yang berhasil masuk Islam adalah raja Najasi di Habasyah ( Ethiophia – Afrika ), yang dalam perjalanan dakwah Islam raja Najasyi kontribusinya tidak kecil. Kegiatan tulis menulis inilah yang dikemudian hari dikembangkan oleh para sahabat beliau dan para tabi’in untuk menyebarkan dakwah Islam ke seluruh pelosok dunia. Bahkan di kalangan sahabat dan tabi’in, hampir semua ulama meninggalkan karya yang bisa dibaca dan diwriskan pada generasi berikutnya.
B.SUBSTANSI
& STRATEGI DAKWAH RASULULLAH DALAM PERIODE MEKKAH
Bagian terpenting
yang menjadi fokus dakwah Rasulullah saw. Periode Mekah dapat dilihat antara
lain sebagai berikut.
1. Memperbaiki
akhlak masyarakat Mekah yang mengalami dekadensi moral, seperti tumbuh suburnya
kebiasaan berjudi, minum Khamer, dan berzina.
2. Memperbaiki dan
meluruskan cara menyembah Tuhan. Agama berhala menyembah patung-patung.
Rasulullah saw. Mengajak untuk beralih pada Islam yang hanya menyembah kepada
Allah, Tuhan yang Maha Esa serta menjauhi sikap musyrik.
3. Menegakkan
ajaran Islam tentang persamaan hak dan derajat di antara manusia. Firman Allah
swt. Sebagai berikut.
4. Mengubah
kebiasaan bertaklid kepada nenek moyang dan meluruskan segala adat- istiadat,
kepercayaan dan upacara-upacara keagamaan.
5. Nabi Muhammad
saw. berdakwah dengan sabar, ikhlas, dan tegas di antaranya dengan tidak
memaksakan kehendak dan lemah lembut.
C.Tantangan
dakwah nabi muhammad — Presentation Transcript
- 1. SIROH NABAWIYAH SMAIT NURUL
FIKRI
- 2. STRATEGI KAUM QURAISY
MENGHALANGI DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW
- 3. STRATEGI 1. Ejekan, penghinaan,
olok-olok, dan penertawaan Dan Sesungguhnya orang-orang kafir itu
benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala
mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia
(Muhammad) benar-benar orang yang gila". QS. Al Qolam : 51
- 4. STRATEGI 1. Ejekan, penghinaan,
olok-olok, dan penertawaan “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah
mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang
yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip- ngedipkan
matanya. Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya,
mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang
mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar
orang-orang yang sesat, Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim
untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.” ( QS. Al Muthaffifin: 29-33)
- 5. STRATEGI 2. Menjelek-jelekkan
ajaran beliau, membangkitkan keraguan-keraguan “Dan orang-orang kafir
berkata: "Al Quran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang
diada-adakan oleh Muhammad dan Dia dibantu oleh kaum yang
lain[1054]"; Maka Sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman
dan Dusta yang besar. Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan
orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, Maka dibacakanlah
dongengan itu kepadanya Setiap pagi dan petang." (QS. Al Furqan: 4-5)
- 6. STRATEGI 3. Melawan Al Qur’an
dengan dongeng- dongeng orang terdahulu Dan di antara manusia (ada) orang
yang mempergunakan Perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan
(manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah
itu olok-olokan. mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.(QS.
Luqman: 6)
- 7. STRATEGI 4. Menyodorkan
beberapa bentuk penawaran yang dapat mempertemukan Islam dan jahiliyah 5. Melakukan intimidasi secara fisik
D. REAKSI KAUM QURAISY
TERHADAP DAKWAH RASULULLAH DI MEKAH
1. Kemarahan Kaum Quraisy
Kaum Quraisy marah karena menganggap bahwa
ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad saw. Menghina tuhan-tuhan berhala
mereka.
2. Intimidasi terhadap Umat Islam
Kaum Quraisy memaksa budak-budak mereka yang
telah masuk Islam untuk kembali kepada agama berhala. Apabila menolak maka
mereka disiksa hingga mereka menyerah atau sekarat.
3. Mempengaruhi Paman Rasulullah (abu
Thalib)
Beberapa tokoh Quraisy menemui Abu Thalib dan
meminta agar Muhammad menghentikan kegiatannya dalam menyiarkan Islam. Akan
tetapiMuhammad saw. Menolak dan dengan tegas berkata kepada pamannya,” Demi
Allah, wahai paman sekiranya mereka letakkan matahari di tangan kananku dan
bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan pekerjaan ini (menyeru kepada
agama Allah) sehingga ia tersiar (di muka bumi ini) atau aku akan binasa
karenanya, tetapi aku tidak akan menghentikan pekerjaan ini.
4. Penganiayaan dan Hijrah ke Habsyah Kaum Quraisy melancarkan gangguan dan
penghinaan kepada Rasulullah saw. Serta menyiksa hingga ke luar batas kemanusiaan
terhadap pengikut-pengikut Beliau. Akhirnya Muhammad saw. Menganjurkan agar
mereka hijrah ke Habsyah (Abesinia) yang masyarakatnya banyak menganut Kristen.
Raja Habsyah pada saat itu bernama Najasyi dan dikenal sangat adil.

Terimakasih atas kunjungan anda