Pemimpin
yang baik itu seperti apa sih ? seorang pemimpin itu lebih baik tegas apa lemah
lembut ?
Sebagai seorang pemimpin seseorang harus pandai berkomunikasi
dengan anak buah. Apakah hal itu penting ?
jawabnya ! Sangat. Sebagai seorang
pemimpin kita harus bisa mengayomi anak buah kita supaya kegiatan yang
berlangsung dapat selesai dengan baik serta hasil yang memuaskan.
Ini sedikit pengetahuan yang saya dapat dari pengalaman
dan tentunya dari para ahlinya.
Yang pertama dari Ki Hajar Dewantoro, seorang pemimpin
itu haruslah :
1.
Ing Ngarsa Sung
Tuladha => yang maknanya di depan memberi contoh.
2.
Ing Madya Mangun
Karsa => yang di tengah membangun kreativitas.
3.
Tut Wuri Handayani
=> di belakang member motivasi.
Lalu yang kedua dari John. C. Maxwell
1.
Bersikap Konsisten
Pemimpin yang tidak dapat memutuskan akan membuat anggota timnya frustasi. Tidak konsistennya Anda membuat tim merasa Anda tidak dapat diandalkan dan perkataan Anda tidak dapat dipercaya.
Pemimpin yang tidak dapat memutuskan akan membuat anggota timnya frustasi. Tidak konsistennya Anda membuat tim merasa Anda tidak dapat diandalkan dan perkataan Anda tidak dapat dipercaya.
2.
Bersikap Jelas
Tim Anda tidak dapat bekerja dengan baik jika mereka tidak tahu apa yang Anda inginkan. Lebih baik Anda dikenal sebagai pemimpin yang mampu bersikap terus terang daripada pemimpinyang sekedar pandai.
Tim Anda tidak dapat bekerja dengan baik jika mereka tidak tahu apa yang Anda inginkan. Lebih baik Anda dikenal sebagai pemimpin yang mampu bersikap terus terang daripada pemimpinyang sekedar pandai.
3.
Bersikap Ramah
Setiap orang haruslah Anda hargai. Betapapun kecil sumbangsihnya, tanpa dia Anda tidak akan ada di posisi sekarang. Dengan sikap ramah, Anda menetapkan ‘nada’ untuk seluruh organisasi sehingga dapat bekerja dengan bersinergi. Jangan pernah lupa bahwa Anda adalah pemimpinnya, komunikasi Anda menetapkan nada untuk interaksi orang-orang Anda.
Setiap orang haruslah Anda hargai. Betapapun kecil sumbangsihnya, tanpa dia Anda tidak akan ada di posisi sekarang. Dengan sikap ramah, Anda menetapkan ‘nada’ untuk seluruh organisasi sehingga dapat bekerja dengan bersinergi. Jangan pernah lupa bahwa Anda adalah pemimpinnya, komunikasi Anda menetapkan nada untuk interaksi orang-orang Anda.
Jangan pernah lupa,
komunikasi tidak berjalan satu arah. Sepatutnya Anda tidak bersikap diktatorial
atau perintah dari atas ke bawah. Pemimpin yang baik bisa mendengarkan,
mengundang, dan mendorong anak buahnya berpartisipasi.
Asah, Asih,
Asuh

Terimakasih atas kunjungan anda