logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

SUPAYA TAK TERJEBAK, KITA PERLU BERFIKIR KRITIS


Profesor Sarlito Wirawan Sarwono guru besar Psikologi UI menulis : " Saya yakin bahwa teori David Ting tentang otak tengah hanyalah pseudo-science atau ilmu semu karena seakan-akan ilmiah, tetapi tidak bisa diverifikasi secara ilmiah. Sama halnya dengan teori otak kanan-otak kiri yang juga ilmu semu atau astrologi atau palmistri (membaca nasib orang dengan melihat garis-garis telapak tangannya). Masalahnya, astrologi dan palmistri yang sudah kuno itu tidak merugikan siapa-siapa karena hanya dilakukan oleh yang mempercayainya atau sekadar iseng-iseng tanpa biaya dan tanpa beban apa apa."

Lebih lanjut beliau menjelaskan : Lain halnya dengan pelatihan otak tengah dan dulu pernah juga populer pelatihan otak kanak-otak kiri. Bahkan, saya pernah memergoki, di sebuah gedung pertemuan (kebetulan saya ke sana untuk keperluan lain), sebuah pelatihan diselenggarakan oleh sebuah instansi pemerintah yang judulnya “Meningkatkan Kecerdasan Salat”. Semuanya dijual sebagai pelatihan dengan biaya (istilah mereka“biaya investasi”) yang mahal. Ini sudah masuk ke masalah membohongi publik, sebab mana mungkin
dengan satu pelatihan selama dua hari seorang anak bisa disulap menjadi jenius yang serbabisa, bahkan bisa melihat di balik dinding seperti Superman.

Otak tengah adalah bagian terkecil dari otak yang berfungsi sebagai relay station untuk penglihatan dan pendengaran. Dia juga mengendalikan gerak bola mata. Bagian berpigmen gelapnya yang disebut red nucleus (inti merah) dan substantia nigra juga mengatur gerak motorik anggota tubuh. Karena itu kelainan atau gangguan di otak tengah bisa menyebabkan parkinson. Namun, yang jelas, otak tengah tidak mengurusi inteligensi, emosi, apalagi aspek-aspek kepribadian lain seperti sikap, motivasi, dan minat.

Mengapa Kita Terperosok pada pseudo science begitu dalam,  bahkan konon Kemendiknas akan menambahkan materi itu dalam bentuk training bekerja sama dengan lmbega Training swasta, saya pikir, pendapat Prof. sarwono berikut sangat tepat : Dengan berpikir atau bertanyasedikit, setiap orang bisa tahu bahwa ini adalah penipuan. Namun orang Indonesia itu malas bertanya dan ingin yang serba instan. Termasuk kaum terpelajar dan orang berduitnya. Jadi kita gampang sekali jadi sasaran penipuan. Inilah menurut saya yang paling memprihatinkan dari maraknya kasus otak tengah ini. Kita kurang kreatif berfikir. (seperti ditulis penulis dalam : Pemaknaan Tunggal Menabur Kesalahan Fatal).


Para pakar ilmu syaraf(neuroscience) Richard Haier dari Universitas California dan Irvineserta Rex Jung dari Universitas New Mexico, Amerika Serikat, menemukan bahwa inteligensi atau kecerdasan yang sering dinyatakan dalam ukuran IQ tidak terpusat pada satu bagian tertentu dari otak, melainkan merupakan hasil interaksi antar beberapa bagian dari otak.

Makin bagus kinerja antar bagian- bagian otak itu, makin tinggi tingkat kecerdasan seseorang (teori parieto-frontal integration). Di sisi lain, pusat emosi terletak di bagian lain dari otak yang dinamakan amygdala, tak ada hubungannya dengan midbrain. Sementara itu aspek kepribadian lain seperti minat dan motivasi lebih merupakan aspek sosial (bukan neurologis) dari jiwa, yang lebih gampang diamati melalui perilaku seseorang ketimbang dicari pusatnya di otak.


Taksonomi Bloom Dan Berfikir Kreatif

Untuk memahami keterampilan berfikir, berikut disampaikan Kerucut pembelajaran Bloom. Kerucut pembelajaran yang diperkenalkan oleh Bloom dibawah ini menunjukkan bahwa kreatifitas merupakan sebuah hasil dari keterampilan berfikir orde tinggi. Dimana kreatifitas merupakan keterampilan sinthesis dari proses mengabungkan elemen elemen kecil menjadi sebuah benda/sistem baru yang terintegrasi secara baik dan memiliki kompatibilitas antara masing masing elemennya.  Terdapat Enam level kemampuan menurut Bloom (Biasa disebut Taksonomi Bloom) berpikir yaitu, 1. kemampuan mengingat; 2. kemampuan memahami ; 3. kemampuanmengaplikasikan,  4. kemampuan menganalisis 5. kemampuan mensintesis 6. Kemampuan Evaluatif.Kerucut ini sering dinyatakan dalam C1 - C6.

Terdapat  kerancuan dalam memahami taksonomi Bloom. Jika kita perhatikan sebenarnya Taksonomi Bloom itu merupakan diagram kontinum, artinya sebuah proses berkesinambungan. Tahapan yang lebih atas, berdasar atau berlandaskan kemampuan yang ada di bawahnya. Secara praktis, jika seorang ingin mampu memahami, maka dia harus dapat mengingat apa yang harus diapahami dan seterusnya. Yang terjadi dalam praktek, seorang harus dapat menganalisa sementara kemampuan mengingat dan memahami dan mengaplikasikan (C1 - C6)  belum terbangun. Padahal jika dilakukan dengan benar, maka keterampilan C1 – C6 dapat dilatih melalui berbagai mata pelajaran. Adalah kekeliruan besar menganggap mata pelajaran IPA khususnya hanya melatih kemampuan berfikir logis sistematis analitis. Pelajaran pelajaran ini juga memnungkinkan untuk meningkatkan berfikir abstrak, kraetif, tergantung dari jenis soal yang diberikannya.

Untuk melihat bahwa dalam menyelesaikan persoalan matematika juga diperlukan jenis pemikiran kerja otak kanan, coba perhatikan soal berikut : Ali melempar bola ke lantai dari ketinggian 2 m, bola memantul hingga ketinggian ¾ ketinggian semula dan seterusnya. Berapa jumlah lintasan bola seluruhnya hingga bola berhenti ?

Untuk menyelesaikan persoalan itu diperlukan kerja kedua belah otak. Otak kanan menangkap, otak kiri menyelesaikannya. Artinya, otak kanan dengan berfikir abstrak, mampu menangkap gambaran (abstraksi) dari peristiwa terrsebut , ini perlu daya imajinatif menggambarkan peristiwa bola jatuh, memantul, jatuh, memantul. Abstraksi otak kanan divisualisasi oleh otak kiri menjadi lintasan bola tak terhingga dengan ratio (r = ¾). Otak kiri dengan kemampuan analisis sistematis menyelesaikannya dengan pengetahuan deret tak terhingga. Menulis formulasi, memasikkan angka-angka, baru dihasilkan nilai dari panjang lintasan bola tersebut.

Jenis-jenis soal yang jauh lebih menantang tentu akan memberikan banyak variasi keterampilan berfikir, apalagi hal itu diapdukan dengan latihan kepada peserta didik dengan collaborative learning, kelompok, group atau yang lainnya, maka akan terasah pula kecerdasan emosi, social serta berfikir dan bertindak kreatif.  Penggunaan istilah otak kiri dan kanan disini hanya sekedar untuk menjelaskan kepada mereka yang masih percaya pseudoscience itu. penulis lebih yakin dengan fakta yang ditemukan oleh para Ahli Neuro Science.

Pembelajaran Berbasis Reasearch

Sebagai guru biologi di SMA  dan Kimia serta IPA di SMK, dalam mengembangkan kemampuan berfikir digunakan pemkbelajaran berbasis reseache, untuk memudahkan pembahasan tahapan ini, penulis sampaikan secara sederhana sebagai berikut, Sebelum melakukan experiment, dibangun kemampuan C1 - C2, saat melakukan Experimen peserta didik ditekankan pada pengaplikasian konsep (C3) kemudian saat menyampaikan laporan dan peserta didik menyampaikan Hasil dan Pembahasan mereka melakukan langkah (C4), menjsintesis simpulan dari analisis itu, mereka melakukan (C5) sedangkan pada peningkatan evaluatif, dilakukan pada tahap penyampaian saran sebab dalam saran harus mengevaluais apa yang dilakukan dan memberikan rekomendasi apa yang perlu dilakukan ke depan.


Sayangnya, dalam pendidiokan yang berparadigma belajar apa bukan bagaimana harus belajar, kita harus pandai-pandai mengatur Rencana Pembelajaran sehingga dua-duanya dapat tercapai. Untuk membantu peserta didik mengembangkan kecerdasan holistiknya, di kelas sering dilakukan game, refleksi dan affirmasi sebagai pembuka atau selingan. Materi materi ni telah terkumpul dalam tiga paket pelatihan CINTA (Creative In Thinking and Actuing)  : CINTA, INTIM (Integrative Thinking Masteri) dan ML, Melaju Ke Langin : Cara Indah Menuju Surga dilandasi oleh Teori Parieto-Frontal Integration, Pemaknaan Taksonomi Bloom dan Pengertian Kederdasan dari Kitab Tasauf : mandhumatul Adzkiya.
lebih lengkapnya baca disini ! 
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terimakasih atas kunjungan anda

Copyright © 2013. IT Wonogiri - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger